Hello Kitty Winking Pointer

ILMU KIMIA PENTING LO,,

SELAMAT DATANG

Senin, 11 Februari 2013

MENGENAL KHASIAT BAWANG PUTIH

MENGENAL KHASIAT DARI  BAWANG PUTIH
 
Pasti tidak asing lagi anda dengar nama Bawang Putih .Saya pun merasa sudah tidak asing dengan bumbu dapur yang satu ini karena digunakan sebagai bahan dasar dari setiap masakan,Terutama bagi orang Asia.Tapi bawang putih juga diketahui berkhasiat sebagai obat.Benarkah semakin tajam aromanya maka umbi seribu khasiat ini semakin berkhasiat saja.Apa salahnyaa jika member bumbu bawang putih lebih banyak pada setiap menu masakan anda.

KANDUNGAN GIZI Dan KHASIAT KESEHATAN

Boleh dikatakan bahwa anggota family bawang – bawangan (Allium) yang dimanfaatkan dalam masaka memiliki khasiat obat, misalnya bawang merah,bawang putih, bawang prei, kucai, bawang daun. Namun khasiatnya tidak sekuat bawang putih.

Senyawa utama yang didapatkan dalam bawang putih adalah aliin.ketika bawang putih dimemarkan / diiris / dihaluskan, zat terurai. Dengan dorongan enzim alinase,aliin terpecah menjadi alisin,ammonia, dan asam piruvat. Bau Tajam alisin disebabkan karena kandungan zat belerang.Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang (sulfur) dalam alisin diterbangkan ammonia ke udara,sebab ammonia mudah menguap.

Beberapa khasiatnya yang sudah tercatat adalah menyeimbangkan kadar lemak darah (kolesterol dan trigeliserida),membersihkan penyumbatan pembuluh darah sehingga terjadinya stroke dan serangan jantung dapat dihambat, mengobati nyeri sendi, dan menegarkan darah dengan mendorong terbentuknya sel-sel darah baru.

Ternyata bawang putih juga bisa menghambat penuaan dini, kesehatan merosot dan antioksidan yang dapat membasmi radikal bebas dalam tubuh.Unsur germanium yang terkandung didalamnya mampu membasmi sel-sel yang tumbuh secara berlebihan dan dicurigai sebagai koloni sel kanker.

KOMPOSISI UNSUR GIZI BAWANG PUTIH

Komposisi unsure gizi per 100 gram sbb:
Energy
112
Kalori
Protein
4,5
g
Lemak
0,2
g
Karbohidrat
23,1
g
Kalsium
4,2
mg
Fosfor
134
mg
Zat besi
1,0
mg
Vitamin B1
0,22
mg
Air
71
g


Memilih Bawang Putih

Bawang putih sering dipakai di dapur hanyalah salah satu dari banyak varitas bawang putih. Ada yang warna kulitnya keungu-unguan, dan ada yang bersemu merah muda.Yang popular adalah yang berwarna putih,yaitu yang kita pakai sehari – hari didapur kita.

Baiasanya saat umbi terdiri 12 sampai n16 siung yang mengelompok.tetapi ada yang berumbi tunggal,, hanya terdiri dari satu suing.Namanya bawang tunggal atau bawang lanang ( bahasa jawa). Bawang tunggal ini biasanya dijadikan acar. Bawang tunggal juga dipercaya lebih berkhasiat sehingga sering dikonsumsi mentah untuk menurunkan hipertensi.

Bagaimana memilih bawang putih yang baik ? Varitas apapun yang anda beli, pilihlah umbi mulus dan kulitnya kering. Umbi yang siungnya kecil aromanya lebih kuat. Dalam keadaan kering,bawang putih tahan  disimpan hingga berbulan – bulan,asal ditaruh ditempat yang kering dan adem anyem.Jangan disimpan di dalam lemari es, karena akan tumbuh daun. Jika udara terlalu panas , bawang putih akan cepat dan berbubuk abu- abu atau rusak.
 

Minggu, 10 Februari 2013

BUMBU DAPUR BERKHASIAT UNTUK OBAT

Sejak dulu ,masyarakat indonesia menggunakan obat - obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit..Obat - Obat tradisional itu sebagian ada yang dari bumbu - bumbu dapur.zaman kuno dulu bumbu - bumbu dapur berperan penting dalam upacara keagamaan dan medis. Saat ini,kita lebih banyak memanfaatkan sebagian bumbu untuk menyedapkan masakan.Berikut ,beberapa bumbu berkhasiat obat yang sering kita gunakan.

KUNYIT
Kunyit sudah digunakan selama berabad-abad oleh tabib cina dan India untuk menyembuhkan infeksi dan bisul.Kunyit yang sudah diseduh dengan susu digunakan sebagai obat pilek.Kini kunyit digunakan sebagai tonik untuk liver dan pencernaan,serta sebagai diuretik.Menurut para ahli,kunyit juga bisa mencegah kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas yang sering menyebabkan timbulnya kanker.

CENGKEH

cengkeh merupakan kuncup bunga dari sejenis pohon yang berasal dari La Reunion,Mauritis dan India.Pernah sangat dihargai para dokter gigi yang dimasukkan ke dalam gigi berlubang untuk meredakan rasa sakit dan mencegah infeksi,Cengkeh juga Merupakan anestetik alami dan membantu meredakan gas di dalam saluran cerna

Kayu Manis

Kayu manis sudah digunakan di Cina selama beribu-ribu tahun.Kini,kayu manis terbukti mengandung zat - zat yang bisa menstimulir paru dan darah.kayu manis dikatakan bisa memerangi rasa lelah,kurang nafsu makan, dan memulihkan stamina orang yang baru sembuh sakit.juga sangat efektif dalam mencegah flu dan pilek.Orang -orang perancis minum wine kayu manis panas sebagai obat anti flu.Tak diragukan lagi ,Kayu manis kjuga mengandung zat - zat tonik untuk jantung dan pernapasan.

JAHE

Jahe berasal dari india,Sri langka dan Jamaica.Sudah dipergunakan sebagai obat sejak zaman kuno.Selain itu ,jahe juga dinyatakan sebagai aphrodisiac-zat perangsang nafsu berahi.Jahe juga dikatakan bisa menurunkan kolesterol dan merupakan zat anti radang yang efektif.Selain itu,jahe juga membantu mengatasi pilek.

KETUMBAR

Baik biji maupun daunnya bisa digunakan,tapi punya citra rasa yang sangat berbeda.Daun ketumbar segar mengeluarkan aroma yang dapat menimbulkan rasa Kantuk.Hippocrates menggunakan zat antipasmodic dari ketumbar untuk mengatasi epilepsi,memudahkan tidur,meredakan rasa sakit peranakan,dan membantu pembuahan sel telur.menggigit ketumbar juga bisa mengatasi bau mulut lo...


SEKIAN INFO HARI INI




Sabtu, 09 Februari 2013

ANALOGI IKATAN KIMIA

analogi ikatan kimia unsur  dalam serah terima elektron atau pasangan elektron bersamaan.

1. Analogi IKatan Ion senyawa NaCl
2. Analogi Ikatan Kovalen Cl2
3. Analogi ikatan Ion CaF2



       Ikatan kimia merupakan interaksi antar atom-atom yang berikatan sehingga terbentuk suatu molekul.
a.       Proses Terjadinya Ikatan Kimia
 Ikatan antar atom dapat terjadi karena ada interaksi elektron antara atom yang satu dengan yang lain sehingga terbentuk suatu molekul, senyawa atau gugusan atom. Untuk mencapai kestabilan, atom-atom unsur saling mengadakan ikatan yang disebut Ikatan kimia. Pembentukan ikatan kimia dapat terjadi berdasarkan serah terima atau pemasangan elektron, bergantung pada jenis unsur yang berikatan.
b.      Peranan elektron dalam ikatan kimia
Menurut Lewis (Teori oktet),menyatakan atom-atom unsur memiliki kecenderungan ingin stabil seperti gas mulia terdekat yang memiliki susunan 8e pada kulit terluar ( oktet ), kecuali helium dengan 2e‑ pada kulit terluar ( duplet ).

         



AYAH KU TERCINTA

Ayah..............
Ayah.............Oh...Ayah
kau begitu berarti untuk kami..
tanpa mu kami tidak bisa seperti sekarang ini...
bisa bersekolah dengan semua fasilitas...
ayah..terimakasih kau telah membesarkan kami dengan jeripayah mu....
ayah kau sosok yang tak kenal lelah demi keluarga mu tercinta
AKU BANGGA PADAMU AYAH............
kau ajarkan kami tentang hidup yang begitu berarti
kau ajarkan kami menghargai arti sebuah jeripayah dan kesuksesan..
aku mencintaimu ayah lebih dari intan maupun berlian
bagiku kaulah berlian dan inta yang mengantarkanku ke masa depan yang sukses...

besok ulang tahun ayah yg ke 45thn tepat tgl 10 februari
sekarang ayah telah tiada hanya doa yang selalu ku panjatkan untuknya...
ayah....bagiku kau selalu ada dihatiku..
ayah..............sekali lagi terimakasih atas semua kasih sayang yang luar biasa kau curahkan untuk kami sampai akhir hayatmu...
aku mencintaimu ayah....


TTD



anak mu tercinta


Rabu, 19 September 2012

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR KIMIA ( RANGKUMAN TEORI-TEORI PERILAKU)


1.       RANGKUMAN TEORI-TEORI PERILAKU
·         Pengertian belajar perilaku menurut aliran behavioristik
Pembelajaran adalah upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan agar terjadi hubungan antara lingkungan dengan tingkah laku pembelajar. Oleh karena itu disebut juga pembelajaran perilaku.
Behaviorisme sendiri merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek  mental.
·         Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari  pendekatan behaviorisme ini, diantaranya :
1.       Ivan Pavlov : Classical Conditioning
Di awal abad ke-20 Pavlov dan kawan-kawan mempelajari proses percernaan anjing yaitu memperhatikan perubahan dalam waktu dan kecepatan pengeluaran air liur.
Dalam eksperimen Pavlov dan kawan-kawan menunjukkan, bagaiman belajar dapat mempengaruhi perilaku yang selama ini disangka refleksi dan tidak dapat dikendalikan, seperti pengeluaran air liur.

Eksperimen yang dilakukan Pavlov “pada anjing” menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :

•       Law of Respondent Conditioning,  artinya hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
•       Law of Respondent Extinction,  artinya hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent Conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.
       Penekanan yang diberikan Pavlov adalah pada observasi dan pengukuran yang teliti serta eksplorasinya secara sistematis tentang berbagai aspek belajar
2.       E.L. Thorndike: Connectionism ( S-R Bond)
·         Dalam studi terdahulu, Thorndike memandang perilaku sebagai suatu respons terhadap stimulus-stimulus dalam lingkungan.
·         Stimulus-stimulus dapat mengeluarkan respons yang merupakan titik tolak dari teori stimulus-respons atau teori (S-R Bond) yang dikenal sekarang.
·         Thorndike menghubungkan perilaku pada refleks-refleks fisik. Seperti, mengangkat setinggi-tingginya lutut ke atas bila lutut itu dipukul, terjadi tanpa diproses dalam otak. Di hipotesiskan, bahwa perilaku yang lain juga ditentukan secara refleksif oleh stimulus yang ada di lingkungan, dan bukan oleh pikiran yang sadar atau tidak sadar.
·         Dalam eksperimennya, Thorndike menempatkan kucing-kucing dalam kotak-kotak. Dari kota-kotak tersebut kucing-kucing harus keluar untuk memperoleh makanan.
·         Ia mengamati selang beberapa waktu kucing-kucing itu belajar bagaimana dapat keluar dari kotak-kotak lebih cepat dengan mengulangi perilaku-perilaku yang mengarah pada keluar, dan tidak mengulangi perilaku-perilaku yang tidak efektif.
Eksperimen yang dilakukan Thorndike “pada kucing” menghasilkan hukum-hukum  belajar, diantaranya:
•       Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons  menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus - Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula  hubungan  yang terjadi antara Stimulus - Respons.
•       Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pendayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
•       Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan  semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.
Hukum Pengaruh Thorndike mengemukakan, bahwa jika suatu tindakan diikuti oleh suatu perubahan yang memuaskan dalam lingkungan kemungkinan bahwa tindakan itu diulangi dalam situsi-situasi yang mirip akan meningkat. Tetapi bila suatu perilaku diikuti oleh suatu perubahan yang tidak memuaskan dalam lingkungan, kemungkinan-kemungkinan bahwa perilaku itu diulangi, akan menurun. Jadi konsekuensi-konsekuensi dari perilaku seseorang pada suatu saat, memegang peranan penting dalam menentukan perilaku orang itu selanjutnya.
3.       B.F. Skinner: Oprant Conditioning
·         Pavlov memusatkan bahwa perilaku ditampilkan oleh stimulus-stimulus khusus. Tetapi Skinner berpendapat, bahwa perilaku-perilaku semacam itu mewakili hanya sebagian kecil dari semua perilaku-perilaku. Ia menyarankan suatu kelas lain dari perilaku, yang disebutnya perilaku-perilaku operant, sebab perilaku-perilaku ini beroperasi terhadap lingkungan tanpa adanya stimulus-stimulus tak terkondisi apapun, seperti makan.
·         Studi Skinner terpuast pada hubungan antara perilaku dan kosekuensi-konsekuensinya. Penggunaan konsekuensi-konsekuensi yang menyenangkan untuk mengubah perilaku disebut operant codisioning.
Skinner terkenal dengan pengembangan dan penggunaan aparatus yang biasa disebut kotak Skinner. Dengan kotak ini ia meneliti perilaku hewan, biasanya tikus dan burung merpati. Pekerjaan Skinner dengan tikus dan burung merpati menghasilkan sekumpulan prinsip-prinsip tentang perilaku yang telah ditunjang oleh beratus-ratus studi yang melibatkan manusia dan hewan.
Eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner “pada tikus dan burung” merpati menghasilkan hukum-hukum  belajar, diantaranya :
•       Law of operant conditining, yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
•       Law of operant extinction, yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.